Sebagai umat Islam dan penghafal Al-Qur’an, kita diajarkan untuk tidak hanya pandai membaca dan menghafal ayat-ayat-Nya, tetapi juga memahami serta menjaga alam semesta yang telah Allah ciptakan. Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah negeri ini, ditambah penderitaan saudara-saudara kita di Palestina (Gaza), memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga lingkungan, sifat amanah, dan rasa empati.

Sebagai orang tua dan pendidik, ada beberapa poin penting yang dapat kita petik dari peristiwa ini untuk ditanamkan kepada anak-anak kita:
1. Hutan adalah Amanah Allah yang Harus Dijaga
Kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap tebal membuat jutaan warga tersiksa, anak-anak terserang penyakit pernapasan (ISPA), hingga aktivitas belajar mengganggu kehidupan masyarakat. Banyak dari musibah ini terjadi karena ulah manusia yang merusak alam demi keuntungan sesaat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)
Di Pesantren MDQ, kita mengajarkan para santri bahwa merusak lingkungan—seperti menebang pohon secara sembrono atau membakar lahan demi biaya murah—adalah tindakan zalim yang dilarang agama. Mengajarkan anak-anak mencintai lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat tanaman adalah bagian dari pengamalan ajaran Islam.
2. Meneladani Kepemimpinan yang Beradab dan Bertanggung Jawab
Islam mengajarkan bahwa seorang pimpinan atau pengurus masyarakat kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT atas keselamatan rakyatnya. Pemimpin yang baik akan mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat di atas kepentingan materi.
Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama dalam mendidik santri di MDQ. Sebelum mengejar tinggi keilmuan, Adab dan Rasa Tanggung Jawab (Amanah) harus ditanamkan terlebih dahulu. Kita ingin melahirkan generasi calon pemimpin yang tidak hanya cerdas (ulul albab), tetapi juga memiliki rasa takut kepada Allah dan peduli pada nasib sesama.
3. Melatih Empati Anak untuk Umat Islam di Palestina
Di saat bencana terjadi di dalam negeri, penderitaan luar biasa juga masih dialami saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Keterbatasan pangan dan penderitaan anak-anak di sana mengajarkan kita pentingnya mendoakan dan membantu sesama muslim. Kita harus mengedukasi anak-anak agar tidak menjadi pribadi yang cuek terhadap kesulitan saudara seiman.
Pesan untuk Orang Tua & Wali Santri
Mari bersama-sama membimbing putra-putri kita agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia:
- Ajarkan Kepedulian: Biasakan anak-anak untuk mendoakan keselamatan umat Islam yang sedang tertimpa musibah di mana pun berada.
- Ajarkan Pola Hidup Sehat & Halal: Pastikan makanan yang dikonsumsi keluarga adalah makanan yang halal dan thoyyib (halalan thoyyiban) untuk menjaga kesehatan fisik dan kesucian hafalan Al-Qur’an.
- Batasi Kerusakan: Jauhkan anak-anak dari sifat serakah, pemborosan, dan perusakan lingkungan sekitar.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negeri kita, memulihkan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina, dan menjadikan anak-anak kita generasi penghafal Al-Qur’an yang beradab dan bermanfaat bagi masyarakat.
Humas Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an (MDQ)
Leave a Reply